PDU untuk mengirim SMS ke SMSC terdiri atas delapan bagian. Bagian-bagian tersebut adalah seperti berikut ini :

1. Nomor SMSC.

Bagian nomor SMSC ini merupakan bagian yang pertama dari PDU untuk Mengirim SMS ke SMSC. Bagian ini tersusun atas tiga sub bagian, yaitu:

a. Jumlah pasangan heksadesimal SMSC dalam bilangan heksadesimal.

b. Kode nasional atau internasional.

· Kode nasional adalah 81.

Kode ini di Indonesia bukan merupakan kode yang biasa dipakai. Ini digunakan jika pada ponsel pengirim dipasang menggunakan kode nasional

· Kode Internasional adalah 91.

Kode internasional ini di Indonesia merupakan kode yang biasanya digunakan (default setting).

c. Nomor SMSC.

Nomor SMSC disusun sebagai pasangan heksadesimal dibalik-balik (heksadesimal disini sudah merupakan nomor SMSC itu sendiri yang sudah dalam bentuk string). Jika pada saat memasang-masangkan tersisa satu angka heksadesimal yang tidak memiliki pasangan, angka tersebut akan dipasangkan dengan heksadesimal F didepannya.

Di Indonesia pada umumnya bagian SMSC menggunakan kode internasional, maka sebagai contohnya untuk nomor SMSC dari Satelindo Mentari akan dikodekan dengan kode internasional dengan langkah pengkodean adalah seperti berikut :

1. SMSC Telkomsel Simpati adalah 6281100000 terdiri dari 5 pasang. Sehingga jika dibalik akan menjadi 26 18 10 00 00.;

2. Kode internasional adalah 91;

3. Penggabungan kode internasional dan nomor SMSC yang dibalik menghasilkan pasangan 91 26 18 10 00 00 yang berjumlah 6 pasang (06H);

4. Jadi bagian nomor SMSC berisi 06912618010000.

Beberapa nomor SMSC operator seluler di Indonesia ditunjukkan oleh tabel 2.1.

Tabel 2.1 Daftar nomor SMSC dalam format PDU dengan kode inetrnasional

No

Operator Seluler

SMSC

Kode PDU

1

Telkomsel ( Simpati )

6281100000

06912618010000

2

Satelindo ( Mentari )

62816124

059126181624

3

Excelcom ( PRO-XL )

62818445009

07912618485400F9

4

Indosat-M3

62855000000

07912658050000F0

2. Tipe SMS.

Pada saat mengirim SMS, Tipe SMS bernilai 01 .

3. Nomor referensi SMS.

Nomor referensi SMS dibiarkan kosong terlebih dahulu karena nanti akan diberikan sebuah nomor referensi otomatis oleh ponsel atau oleh SMS gateway. Maka bilangan heksadesimalnya adalah 00.

4. Nomor ponsel penerima.

Sama seperti menulis PDU untuk bagian SMSC, bagian nomor ponsel penerima juga tersusun atas tiga sub bagian, yaitu :

a. Jumlah bilangan ponsel penerima dalam heksadesimal.

Sub bagian ini menunjukkan panjang dari nomor ponsel penerima yang dihitung tanpa kode international dan karakter tambahan F jika ada.

b. Kode nasional atau internasonal.

· Kode Nasional adalah 81.

Kode ini di Indonesia bukan merupakan kode yang biasa dipakai. Ini digunakan jika pada ponsel pengirim dipasang di bentuk nasional.

· Kode Internasional adalah 91.

Kode internasional ini di Indonesia merupakan kode yang biasanya digunakan atau mode default.

c. No ponsel penerima.

No ponsel penerima disusun sebagai pasangan heksadesimal dibalik-balik. Jika tertinggal satu angka heksa yang tidak memiliki pasangan, angka tersebut akan dipasangkan dengan F didepannya.

Di Indonesia pada umumnya bagian nomor ponsel penerima menggunakan kode internasional, maka sebagai contohnya untuk nomor ponsel dari Satelindo Mentari +6281318800980 ini akan dikodekan dengan kode internasional, dimana dapat ditulis seperti langkah berikut :

1. Nomor ponsel dari Satelindo Mentari 6281318800980 yang berarti terdiri dari 6 pasang sisa satu. Sisa ini harus ditambahkan terlebih dahulu dengan F di depan huruf sisa tersebut. Sehingga jika dibalik menjadi 261813880089F0 dan memiliki 7 pasang. Panjang karakter untuk nomor ponsel adalah 13 atau 0D. Kode internasional adalah 91;

2. Dengan menggabungkan kode internasional dan nomor ponsel yang dibalik diperoleh 91261813880089F0;

3. Sehingga bagian nomor ponsel penerimanya adalah 0D91261813880089F0.

4. Bentuk SMS, antara lain :

0 à 00 dikirim sebagai teks SMS

1 à 01 dikirim sebagai telex

2 à 02 dikirim sebagai fax

Untuk mengirim dalam bentuk teks akan digunakan kode heksadesimal 00

6 Skema encoding Data I/O.

Ada dua macam skema encoding yang digunakan, yaitu :

a. Skema 7 bit à ditandai dengan angka 00

b. Skema 8 bit à ditandai dengan angka yang lebih besar dari 0 lalu diubah ke heksadesimal. Sebagian besar ponsel atau SMS gateway yang umum ada di pasaran menggunakan skema encoding 7 bit sehingga kode yang digunakan adalah 00

7. Jangka waktu sebelum SMS expired.

Jika bagian ini di kosongkan berarti tidak membatasi waktu berlakunya SMS. Sedangkan jika diisi dengan suatu bilangan integer yang kemudian diubah ke pasangan heksadesimal tertentu, bilangan tersebut akan mewakili jumlah waktu validitas SMS tersebut.

Adapun persamaan untuk menghitung jangka waktu validitas SMS adalah sebagai berikut :

Tabel 2.2 Tabel perhitungan waktu validitas SMS

Integer ( INT )

Jangka waktu validitas SMS

0 -143

( INT+1 ) x 5 menit, ( 5 menit – 12 jam )

144 – 167

12 jam + ( INT – 143 ) x 30 menit

168 –196

( INT – 166 ) x 1 hari

197 – 255

( INT – 192 ) x 1 minggu

Supaya SMS pasti terkirim ke ponsel penerima, sebaiknya waktu validitas dipasang maksimum.

8. Isi SMS.

Bagian ini terdiri atas dua sub bagian, yaitu :

a. Panjang SMS ( panjang huruf dari isi SMS ).

Misalnya untuk kata L11L21L31L41, ada 12 huruf à 0C.

b. Isi berupa pasangan bilangan heksadesimal.

Pada ponsel atau SMS gateway dengan skema pengkodean 7 bit. Skema 7 bit tersebut diperlihatkan pada Tabel 2.3.

Berikut contoh pengkodean dengan skema pengkodean 7 bit untuk mengubah bentuk teks “L11L21L31L41” (1001100 = L, 0110001 = 1, 0110001 = 1, 001100 = L, 0110010 = 2, 0110001 = 1, 1001100 = L, 0110011 = 3, 0110001 = 1, 1001100 = L, 0110100 = 4, 0110001 = 1) ke bentuk PDUnya. Cara pengkodeannya adalah dengan memulai mengkodekan dari karakter pertama teks SMS yang akan dikirim hingga karakter terkahir. Dimana skema 7 bit untuk karakter yang dikirim diambil tiap 8 bit dari karakter pertama dari teks SMS yang akan dikirim seperti langkah yang ditunjukkan gambar 2.1 berikut :

Gambar 2.1 Skema pengubahan teks ke PDU dengan skema pengkodean 7 bit

Data skema 7 bit dari teks SMS yang dikirim, dideret sedemikian rupa, kemudian mengambilnya tiap 8 bit. Jika pada akhir pengambilan bit yang tersisa kurang dari 8 bit, maka di bagian depan (MSB) ditambah dengan nol. Jadi PDU untuk teks L11L21L31L41 adalah CC588C298B316731262D06 ditambah dengan panjang teks 0C. Jadi PDU isi SMS nya adalah 0CCC588C298B316731262D06.

Tabel 2.3 Skema 7 bit

Skema 7 Bit

B7

0

0

0

0

1

1

1

1

B6

0

0

1

1

0

0

1

1

B5

0

1

0

1

0

1

0

1

B4

b3

B2

b1

0

1

2

3

4

5

6

7

0

0

0

0

0

@

Δ

SP

0

-

P

p

0

0

0

1

1

_

!

1

A

Q

a

q

0

0

1

0

2

$

Φ

2

B

R

b

r

0

0

1

1

3

¥

Γ

#

3

C

S

c

s

0

1

0

0

4

è

Λ

ٱ

4

D

T

d

t

0

1

0

1

5

é

Ω

%

5

E

U

e

u

0

1

1

0

6

ì

Π

&

6

F

V

f

v

0

1

1

1

7

ù

Ψ

7

G

W

g

w

1

0

0

0

8

ò

Σ

(

8

H

X

h

x

1

0

0

1

9

Ç

Θ

)

9

I

Y

i

y

1

0

1

0

10

LF

Ξ

*

:

J

Z

j

z

1

0

1

1

11

Ø

1)

+

;

K

Ä

k

ä

1

1

0

0

12

¢

Æ

,

<

L

Ö

l

ő

1

1

0

1

13

CR

æ

-

=

M

Ň

m

ñ

1

1

1

0

14

Å

Β

.

>

N

Ǖ

n

ű

1

1

1

1

15

å

É

\

?

O

§

o

à

Jadi, jika kita ingin mengirimkan teks L11L21L31L41L51 ke nomor 6281318800980 lewat SMSC Indosat M3 tanpa ada jangka waktu expired, maka PDU lengkapnya adalah : 0591261816420100D91261813880089F000000CCC588C298B316731262D06.

2.1.1 PDU SMS yang Diterima dari SMSC [3]

PDU untuk SMS yang diterima dari SMSC (Mobile Terminated : MT) terdiri atas delapan bagian yang sebagian besar hampir sama dengan PDU untuk SMS yang dikirim, dimana delapan bagian untuk MT adalah sebagai berikut :

1. Nomor SMSC.

Sama dengan untuk PDU SMS yang dikirim. Dimana untuk SMSC operator seluler Satelindo Mentari sub bagain nomor SMSCnya adalah 059126181624.

2. Penanda bagian pesan.

Jika pesan yang diterima tanpa permintaan laporan status (status report) maka nilai penanda bagian pesan adalah 04. Jika pesan yang diterima adalah dengan permintaan laporan status maka nilai penanda bagiannya adalah 24.

3. Nomor ponsel pengirim.

Bentuk nomor ponsel pengirim sama dengan nomor ponsel penerima untuk PDU SMS yang dikirim.

4. Bentuk SMS.

Biasanya bagian ini memiliki nilai 00 yang menunjukkan bahwa bentuk SMS teks.

5. Skema encoding.

Biasanya bagian ini memiliki nilai 00 yang menunjukkan bahwa skema pengkodean yang digunakan adalah skema 7 bit.

6. Tanggal dan waktu SMS sampai di SMSC.

Pada bagian ini memiliki 12 bilangan heksadesimal (6 pasangan) yang berarti yy/mm/dd hh:mm:ss (tahun/ bulan/ tanggal jam: menit : detik). Sebagai contoh data PDU SMS yang diterima pada bagian tanggal dan waktu SMS sampai SMSC 408071010100 = 04/08/17 10:10:00 = 17 Agustus 2004, pukul 10:10:00 WIB

7. Batas waktu validitas.

Rumus untuk menghitung jangka waktu validitas SMS sama dengan rumus untuk menghitung validitas SMS yang dikirim. Seperti pada tabel 2.2

8. Isi SMS.

bagian ini terdiri atas dua sub bagian, yaitu :

a. Panjang isi (jumlah huruf dari isi).

Misalnya : untuk kata “L11L21L31L41”, ada 12 huruf. Jadi pada sub bagian ini dituliskan 0C.

b. Isi berupa pasangan bilangan heksa.

Data ini menyerupai bilangan ASCII dari bilangan alphanumerik, namun beberapa karakter oleh forum SMS sedunia diadakan perubahan.

Cara mengubah data SMS ke dalam karakter yang diwakilinya adalah sebagai berikut :

Contoh data isi SMS adalah 0CCC588C298B316731262D06. 0C menunjukkan jumlah karakter yang dikirim, data selanjutnya adalah kode dari karakter yang dikirimkan.

dengan melihat dari data 7 bitnya dan melihat karakter alphanumeriknya di tabel 2.3 maka dapat diperoleh :

100 1100 = L

011 0001 = 1

011 0001 = 1

100 1100 = L

011 0010 = 2

011 0001 = 1

100 1100 = L

100 0011 = 3

011 0001 = 1

100 1100 = L

100 0100 = 4

011 0001 = 1

Jika diterima PDU SMS seperti 06912618010000240D91261813880089F00000606002202175820CCC588C298B316731262D06 maka dapat diambil data seperti berikut :

1. 06912618010000 mempunyai arti bahwa ini menggunakan SMSC Telkomsel Simpati;

2. 04 menunjukkan bahwa PDU ini adalah PDU SMS terima;

3. 0D91261813880089F0 menunjukkan bahwa nomor tujuan memiliki panjang 13 digit (0D) yaitu 6281318800980, sedangkan 91 menunjukkan kode internasional sehingga perlu ditambah kode negara (Indonesia = 62);

4. 0000 menunjukkan bentuk SMS adalah teks dan skema encoding-nya adalah 7 bit;

5. 606002202175 menunjukkan SMS sampai di SMSC pada tanggal 20-06-06 pukul 02:12:57;

6. 00 menunjukkan bahwa SMS tidak memiliki waktu validitas;

7. 0CCC588C298B316731262D06 menunjukkan banyaknya karakter yang dikirim adalah 12 karakter yaitu kata “L11L21L31L41” yang dikodekan dengan CC588C298B316731262D06.